Kok Mendukung Teori Evolusi Sih?

Teori evolusi adalah teori ilmiah. Teori ini disepakati ilmuwan biologi
sedunia. Hingga saat ini, belum ada teori ilmiah lain yang
menggantikannya.
Bagi saya teori evolusi bukanlah kepercayaan, jadi tidak relevan jika ditanya “Ihsan, kamu percaya teori evolusi ya?”. 
Pertanyaan yang tepat adalah, apakah saya percaya kapabilitas ilmuwan yang mendukung teori evolusi?
Tentang kepercayaan, tentunya saya percaya bahwa yang diajarkan kitab sucilah yang pasti benar.

Continue reading

Ngomongin Anarki

Apa Itu Anarki?

Bukan, bukan! Anarki bukan seperti yang digambarkan televisi dan koran. Anarki bukan berarti kekerasan.
Anarki adalah pandangan politik dengan ciri khas menolak otoritas dan struktur hirarki dalam hubungan antar manusia. Oleh karena negara adalah salah satu bentuk otoritas, umumnya penganut anarki (baca: anarkis) juga menolak adanya negara, atau menerima negara dengan kekuasaan terbatas.
Continue reading

Penguasa adalah Cerminan Rakyatnya?

Ada satu ungkapan yang sering saya dengar. Katanya, penguasa itu adalah cerminan dari rakyatnya. Jika rakyatnya baik-baik dan ganteng seperti saya, maka penguasanya juga baik-baik dan ganteng.

Ada yang percaya dengan ungkapan ini. Ada juga yang tidak. Kenyataannya, ada negeri yang dipimpin penguasa matre, dan rakyatnya pun juga matre. Ada penguasa yang diktator, dan rakyatnya pun juga egois.

Tapi ada negeri yang (konon) rakyatnya suka BBM murah, tapi penguasanya lebih suka menaikkan harga.

Setahu saya, ungkapan “Penguasa adalah Cerminan Rakyatnya” berawal dari sebuah kisah berikut ini.

Continue reading

Saya dan Standing Party

Pulang dari nikahan kawan saya, Iwan Suharyanto dan kawan saya juga Farihah Wahidati, saya jadi terpikir dengan resepsi tadi. Resepsi dengan prasmanan dan kursi yang minim. “Standing Party” biasa digunakan untuk istilah resepsi/pesta yang seperti itu. Tenang saja kawan, saya tidak akan membahasnya dalam kaca mata agama, karena butuh baca referensi-referensi terlebih dahulu untuk hal itu. Yang saya tahu bahkan makan/minum sambi berdiri menjadi khilafiah (pro-kontra) dalam pandangan ulama (CMIIW).

Jujur, saya baru dua kali mendatangi resepsi dengan format seperti itu, yang satunya dulu disediakan kursi dengan jumlah yang banyak meskipun prasmanan. Agak ndeso ketika tadi saya menuang fanta yang kata teman-teman ternyata itu untuk keluarga. Banyak senyum dari kawan dan bahkan dari sang pengantin melihat tingkah saya tadi.. hahahaha.. Bodohnya saya.

Saya hanya menuliskan catatan saja untuk resepsi semacam ini:

  1. Keakraban: Ternyata format seperti ini membuat sesama tamu bisa saling bercengkerama. Beda dengan format tradisional di mana tamu duduk di kursi masing-masing dan hanya bisa berbicara dengan orang di sekitarnya. Itupun tidak bebas karena harus mengikuti prosesi acara.
  2. Lebih kenyang: Terbukti kawan saya bolak-balik mengambil sate sampai puas.. hahaha..
  3. Mahal: Tidak perlu dibahas, sudah pasti sewa gedung dan bayar catering membutuhkan biaya lebih.
  4. Hemat ruang: Jelas, karena tak perlu banyak kursi dan hadirin yang jumlahnya banyak bisa datang silih berganti.
  5. Menjadi asosial: Terutama jika diadakan di desa. Di tempat saya nikahan itu dinikmati bukan hanya oleh keluarga dan tamu, tapi juga masyarakat sekitar. Saat nikahan, semua akan “tumpek breg” rewang. dari Bapak, ibu, sampai anak-anaknya akan ikut berada di rumah yang punya gawe.

Sejujurnya tulisan ini memang hanya “kejar tayang” agar blog saya makin berisi, tapi saya yakin pembaca bisa berbagi cerita dalam komentar-komentar di bawah nanti.

Sexsomnia

Sesuai janji saya di sebuah post dalam Facebook, kita akan membahas mengenai Sexsomnia. Berawal dari fenomena agak aneh yang saya alami, yaitu seringnya saya mengalami ereksi ketika sedang tidur dan secara kebetulan menemukan artikel di sini.

Sexsomnia adalah kondisi di mana seseorang berinsiatif untuk melakukan hubungan seksual saat tidur. Ini adalah gangguan semacam sleepwalking , yaitu gejala di mana seseorang berjalan tanpa sadar ketika sedang tidur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan tim dari University Health Network di Toronto, Kanada, seperti dikutip dari LiveScience.com, sebanyak 7,6 persen dari 832 responden mengaku pernah mengalami sexsomnia.


Tidur Lelap.
(courtesy of: denisuryana)

Yang sangat aneh, penderita sexsomnia ternyata bisa tiba-tiba masturbasi tanpa sadar, atau bahkan menggerayangi tubuh orang di sampingnya, bahkan melakukan hubungan seks sampai mencapai orgasme tanpa sadar… Wow!!!

Jadi mulai sekarang, berhati-hatilah dengan kawan Anda yang sedang tidur bersama dengan Anda. Bisa jadi ketika Anda sedang tidur rama-ramai bersama kawan dalam kamar kos, tiba-tiba kawan Anda mulai meraba-raba tubuh Anda, atau bahkan sampai mengajak Anda berhubungan seks.

Sampai jumpa di tulisan lain.