Ihsan Ariswanto - blog pribadi

Saya dan Standing Party

Pulang dari nikahan kawan saya, Iwan Suharyanto dan kawan saya juga Farihah Wahidati, saya jadi terpikir dengan resepsi tadi. Resepsi dengan prasmanan dan kursi yang minim. “Standing Party” biasa digunakan untuk istilah resepsi/pesta yang seperti itu.

Tenang saja kawan, saya tidak akan membahasnya dalam kaca mata agama, karena butuh baca referensi-referensi terlebih dahulu untuk hal itu. Yang saya tahu bahkan makan/minum sambi berdiri menjadi khilafiah (pro-kontra) dalam pandangan ulama (CMIIW).

Jujur, saya baru dua kali mendatangi resepsi dengan format seperti itu, yang satunya dulu disediakan kursi dengan jumlah yang banyak meskipun prasmanan. Agak ndeso ketika tadi saya menuang fanta yang kata teman-teman ternyata itu untuk keluarga. Banyak senyum dari kawan dan bahkan dari sang pengantin melihat tingkah saya tadi.. hahahaha.. Bodohnya saya.

Saya hanya menuliskan catatan saja untuk resepsi semacam ini:

  1. Keakraban: Ternyata format seperti ini membuat sesama tamu bisa saling bercengkerama. Beda dengan format tradisional di mana tamu duduk di kursi masing-masing dan hanya bisa berbicara dengan orang di sekitarnya. Itupun tidak bebas karena harus mengikuti prosesi acara.
  2. Lebih kenyang: Terbukti kawan saya bolak-balik mengambil sate sampai puas.. hahaha..
  3. Mahal: Tidak perlu dibahas, sudah pasti sewa gedung dan bayar catering membutuhkan biaya lebih.
  4. Hemat ruang: Jelas, karena tak perlu banyak kursi dan hadirin yang jumlahnya banyak bisa datang silih berganti.
  5. Menjadi asosial: Terutama jika diadakan di desa. Di tempat saya nikahan itu dinikmati bukan hanya oleh keluarga dan tamu, tapi juga masyarakat sekitar. Saat nikahan, semua akan “tumpek breg” rewang. Dari Bapak, ibu, sampai anak-anaknya akan ikut berada di rumah yang punya gawe.
  • Sejujurnya tulisan ini memang hanya “kejar tayang” agar blog saya makin berisi, tapi saya yakin pembaca bisa berbagi cerita dalam komentar-komentar di bawah nanti.



    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    rss | micro.blog | twitter | fediverse