Kamu, Hari Ini

Ketika dirimu adalah kumpulan dari berbagai kegagalan, tak ada lagi yang bisa menghiburmu selain melenyapkan dirimu selenyap-lenyapnya. Ketika berbagai usaha untuk bangkit malah berujung pada bertambah panjangnya daftar kegagalan, tiada lagi yang bisa menyenangkan hatimu selain ide untuk mengakhiri nafasmu.

Menatap lucunya wajah anakmu sejenak mampu menghilangkan susah hatimu, namun beberapa menit kemudian, kamu sadar bahwa dirimu berhadapan dengan tugas besar untuk mendidik anakmu menjadi manusia yang hidup nyaman sejahtera. Dan kamu pun mulai dibayangi ketakutan, bagaimana bisa aku melakukan tugas sebesar itu jika bahkan tugas-tugas kecil pun aku gagal?

Waktu kamu memberanikan diri membentangkan sajadah, dirimu mulai diteror oleh segala dosa yang kamu lakukan kepada orang-orang di sekitarmu. Tangis-tangis yang diakibatkan kegagalanmu. Dan tiba-tiba sajadah berubah seperti dasar neraka yang akan menyiksamu selama-lamanya.

Lidahmu mulai kelu untuk bercerita, sebab perbendaharaan alasanmu sudah kau habiskan sejak dulu. Sudah tak ada hal baru untuk diceritakan. Ini cerita lama yang terus berulang. Dan apa yang mereka sebut bantuan ahli itu, ternyata hanya setumpuk obat penenang mahal, yang bahkan membuat otakmu beku.

Yang kamu lihat, tinggal satu jalan saja. Aku tak berani menyebut jalan itu.

Baru beli: Nook Simple Touch GlowLight

Ini Nook ketiga saya. Nook pertama dan kedua adalah Simple Touch (belum pakai GlowLight). Yang pertama pecah layarnya karena tertindih sewaktu tidur, yang kedua rusak karena masuk mesin cuci, haduh.

Saya beli alat pembaca buku ini di Tokopedia, dari penjual yang lokasinya di Surabaya. Untuk harga, tidak perlu saya sebutkan, karena gawai satu ini tidak resmi beredar di Indonesia, jadi harga bagi saya bukan masalah, selama ada yang jual. Paket yang saya dapatkan adalah perangkat yang masih baru (bersegel plastik) dengan kelengkapan berupa pengecas dan kabel. Kalau yang dulu-dulu (tanpa GlowLight) hanya dapat kabel saja.

Sebenarnya Nook Simple Touch tanpa GlowLight lebih murah, namun karena kadang saya baca buku dalam kondisi gelap, saya perlu versi GlowLight ini.

Nook Simple Touch dan Nook Simple Touch GlowLight sudah tidak diproduksi lagi. Sekarang ini yang beredar adalah Nook GlowLight. Saya pilih versi lawas ini karena yang versi baru sudah tidak ada slot microSD lagi, sementara koleksi buku saya ada di microSD.

Saya memang lebih seneng Nook daripada Kindle-nya Amazon, alasan utama ya itu tadi, adanya slot microSD. Alasan lain karena Kindle tidak mendukung format epub, sementara koleksi buku saya kebanyakan epub. Lagipula epub adalah format bebas dan terbuka, jadi secara “ideologis” saya lebih mendukung epub daripada format Kindle (mobi, dan lainnya).

Memang, ada kelemahan Nook: susah beli buku jika lokasi pembelinya di luar negara yang didukung. Juga tidak seperti Kindle yang kalau mau beli buku boleh pakai kupon (giftcard), Nook setahu saya harus pakai kartu kredit. Namun ini tidak terlalu masalah, ada trik untuk menghilangkan DRM dan mengubah format buku yang dibeli di Kindle melalui aplikasi Windows. Lagi pula saya lebih banyak baca buku bebas yang gratis dari Gutenberg.org atau tempat lain.

Sundel Balon

Sundel Balon is one of my creations wkwkw. No story yet, but the premise is: everytime someone sings Balonku Ada Lima with the wrong lyric (merah kuning kelabu), Sundel Balon will kill a random people out there. I don’t have any more details yet.