Ihsan Ariswanto - blog pribadi

Kamu, Hari Ini

Ketika dirimu adalah kumpulan dari berbagai kegagalan, tak ada lagi yang bisa menghiburmu selain melenyapkan dirimu selenyap-lenyapnya. Ketika berbagai usaha untuk bangkit malah berujung pada bertambah panjangnya daftar kegagalan, tiada lagi yang bisa menyenangkan hatimu selain ide untuk mengakhiri nafasmu.

Menatap lucunya wajah anakmu sejenak mampu menghilangkan susah hatimu, namun beberapa menit kemudian, kamu sadar bahwa dirimu berhadapan dengan tugas besar untuk mendidik anakmu menjadi manusia yang hidup nyaman sejahtera. Dan kamu pun mulai dibayangi ketakutan, bagaimana bisa aku melakukan tugas sebesar itu jika bahkan tugas-tugas kecil pun aku gagal?

Waktu kamu memberanikan diri membentangkan sajadah, dirimu mulai diteror oleh segala dosa yang kamu lakukan kepada orang-orang di sekitarmu. Tangis-tangis yang diakibatkan kegagalanmu. Dan tiba-tiba sajadah berubah seperti dasar neraka yang akan menyiksamu selama-lamanya.

Lidahmu mulai kelu untuk bercerita, sebab perbendaharaan alasanmu sudah kau habiskan sejak dulu. Sudah tak ada hal baru untuk diceritakan. Ini cerita lama yang terus berulang. Dan apa yang mereka sebut bantuan ahli itu, ternyata hanya setumpuk obat penenang mahal, yang bahkan membuat otakmu beku.

Yang kamu lihat, tinggal satu jalan saja. Aku tak berani menyebut jalan itu.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

rss | micro.blog | twitter | fediverse