Tertib dalam Berpikir

Kebiasaan seseorang tidak tertib dalam berpikir, apalagi disertai dengan keadaan tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, lama-lama bisa menimbulkan kesalahan dalam memodelkan kenyataan.
Contoh tidak tertib dalam berpikir: “setiap kali mencuci mobil selalu turun hujan setelahnya, jadi jika ingin panggil hujan, cucilah mobil”. Di sini ada tahapan berpikir yang dilewati yaitu memasukkan data kejadian turun hujan saat tidak mencuci mobil, dan kejadian mencuci mobil lalu tidak turun hujan. Jika orang melihat data itu, dengan benar pasti bisa menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara turun hujan dengan mencuci mobil, karena setiap hari selalu ada orang mencuci mobil namun tidak setiap hari turun hujan.
Contoh di atas jika ditambah dengan keadaan tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu proses terjadinya hujan, dan mengira tahu bahwa sebab turunnya hujan adalah karena mobil dicuci, akan menimbulkan tidak cocok antara proses terjadinya hujan yang ada dalam pikirannya dengan yang ada dalam kenyataan.
Jika kebiasaan tidak tertib berpikir ini dilakukan lagi dalam hal lain, lalu dihubungkan dengan hasil berpikir sebelumnya, akan terbentuk model dunia yang tidak sesuai dengan cara kerja dunia nyata. Jika model yang tidak sesuai ini dipakai dalam tindakan, hasilnya bisa melenceng jauh dari kenyataan cara kerja dunia dan mungkin malah membahayakan. Contohnya seperti ini: di musim kekeringan, orang yang percaya mencuci mobil dapat menurunkan hujan mengajak orang lain yang juga percaya untuk mencuci mobil beramai-ramai supaya hujan lekas turun. Tindakan tersebut bisa memboroskan air yang langka, sedangkan hujan tidak pasti turun karena cara kerja hujan bukan seperti itu.

Semesta Video Pendek

Saat melihat tayangan di aplikasi video berdurasi pendek, kita harus menganggap fakta yang disampaikan adalah fakta dari alam semesta lain, bukan fakta dari alam semesta yang kita tempati ini.
Dengan berpikir seperti itu, kita tidak perlu heran jika melihat fakta-fakta yang kadang sama, kadang berbeda dengan fakta di alam semesta kita. Baik sama ataupun berbeda, fakta tersebut bukan dari alam semesta kita, sehingga tidak perlu dijadikan pertimbangan untuk mengambil keputusan apapun.

Menyerang vs Bertahan

Dalam debat antar-kepercayaan, menyerang lebih mudah daripada bertahan. Oleh karena dasar dari kepercayaan adalah ketidaktahuan yang kemudian muncul sebagai mengira-tahu, akan muncul banyak hal dalam kepercayaan itu yang sulit dibuktikan. Hal-hal yang sulit dibuktikan itu akan mudah diserang oleh lawan. Bertahan mengharuskan untuk membuktikan hal-hal yang sulit dibuktikan itu. Jadi, jika ada debat antar-kepercayaan, posisi bertahan hampir dipastikan selalu kalah.
Begitu juga ketika debat kepercayaan melawan ateis, posisi kepercayaan akan selalu berada sebagai pihak bertahan dan hampir dipastikan akan kalah.
Jika sebuah kepercayaan itu benar, akan selalu ada cara untuk membuktikan, walaupun kadang harus melewati cara berpikir yang rumit atau menggunakan kerangka berpikir lain yang berjenjang. Jika seseorang tidak siap dengan hal-hal tersebut, sebaiknya tidak usah turut campur dalam perdebatan.

Di Luar Kendali

Ketika mata pencaharian kita bergantung pada sistem yang berada di luar kendali kita, banyak pilihan pribadi yang harus dikorbankan untuk mengikuti kesepakatan sistem itu. Kita harus memakai standar mereka misalnya dalam berpakaian, dalam berkomputer, atau dalam menyampaikan gagasan.
Dalam kasus seperti itu, perlu dilakukan pembatasan ketat supaya tujuan pribadi kita masih tetap bisa berjalan. Misalnya: kita hanya takluk pada saat bekerja saja, sedangkan di luar itu ketaklukan kita pada sistem tidak perlu dibawa dalam kehidupan pribadi.
Kita juga bisa mengganti rugi tujuan pribadi kita yang terenggut dengan mengalokasikan uang hasil kita bekerja untuk menyokong aktivitas lain yang bertujuan memperbaiki sistem yang sudah ada itu. Meskipun hal itu tidak optimal, namun setidaknya kita bisa mengurangi rasa bersalah itu dengan melihat progres pada tujuan pribadi kita.

Negara Berkembang

– Negara berkembang penting karena mustahil semua manusia bisa tinggal di negara maju, bahkan kenyataannya sebagian besar manusia hidup di negara berkembang.
– Negara berkembanglah yang mengurusi sebagian besar orang miskin, sebab negara maju hanya mau menerima imigran kaya atau punya potensi kaya.
– Banyak negara berkembang dengan pendapatan rendah yang mampu menghidupi penduduk berlipat kali lebih banyak daripada negara maju yang berpendapatan tinggi.

Kumpulan status 2024

  • 2024-09-07: don’t panic, let the fever do its job
  • 2024-07-30: Bot-mode: mode melakukan tugas tanpa banyak berpikir, tanpa pakai perasaan, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Mode ini saya pakai ketika saya merasa “overthinking” atau merasa enggak cukup mampu melakukan suatu tugas. Mode ini terinspirasi dari chat-bot semacam ChatGPT yang selalu menjawab pertanyaan tanpa peduli ketepatan jawaban ataupun dampak dari jawaban itu.
  • 2024-07-29: Tak pernah bosan dengerin The Upstairs 😄. Gejala menua mungkin, mendengarkan musik hanya yang pernah disukai waktu muda saja dan merasa tak perlu musik-musik baru. Bahkan Morfem pun saya tak terlalu mendengarkan.
  • 2024-07-01: I love plain text, and these two websites use plain text in very interesting ways: minim.blog and thricegreat.neocities.org.
  • 2024-06-24: Sering saya mengambil posisi sebagai “konservatif Islam” di media sosial ketika melihat postingan dari pengkritik Islam. Alasan saya: banyak pengkritik itu yang, entah sadar atau tidak, membawa pesan-pesan kolonialis tentang keunggulan peradaban Barat. Kadang mereka menyerang pada hal-hal yang sebenarnya juga dilakukan oleh mereka dalam bentuk lain, hanya saja mereka merasa itu hal baik karena dilakukan peradaban Barat. Konservatif Islam adalah benteng kuat untuk melawan kolonialisme asalkan disertai kesadaran untuk melakukan kritik internal.

#2026PalestinaMerdeka

Nubuat tentang kemerdekaan Palestina saya dapatkan dari Gayatri Muthari Wedotami (bergelar Grandsyaikhah Hefzibah), pemimpin Tarekat Daudiyah. Sebagai catatan, saya bukan anggota/pengikut tarekat tersebut, saya hanya tertarik dengan analisis yang dipakai. Berikut video penjelasannya:

Dalam harapan saya, Palestina merdeka adalah negara demokrasi majemuk yang menaungi semua kalangan, dengan dasar negara semacam Pancasila.

Years of Downfall

(I know my English is poor, but I don’t really care, I will write this entry in English to test my ability.)
It began at 2002, the downfall of me. I was a bright student during my elementary and junior high school years. That was my reason for taking accelerated class in my high school. But everything didn’t go as smooth as I imagined. I became more and more lazy. I was the last rank student in my class. I was graduated from high school with minimum scores on some subjects.
It wasn’t all bad actually. I’ve been able to pass university admission test and I was enrolled in one of the best university in Indonesia: Universitas Gadjah Mada. The first three of my collage years were not bad.
The forth year was the beginning of my new downfall. I don’t know what the reasons of my poor behavior, I started to postponed my tasks, became much much more lazier than before. I spent twice of normal study years to finish my degree.
But once again, I got new opportunity to have a better life. After I graduated from college, I didn’t have to wait too long to got a job. It is a dream job for many Indonesian: working as a civil servant, it’s the Indonesian version of American dream. I moved to Surabaya to work that job.
One year after that, I began to behave so poorly. I feel too ashamed to tell you what I’ve been done back then. I’ve been diagnosed with bipolar disorder and had to take medicines. I cannot live alone, so I lived with my mother for several months until I got married. So the story goes on, I was married, had my own small family, but my poor behavior doesn’t stop. I went through up and down, very unstable.
Long story short, right now I’m not in my best condition. I want to back to the track, but I’m afraid I cannot perform as good as I should be. But I don’t want to be like this forever. I need money to raise my kids properly, but I’m too ashamed of my past behavior.
I don’t know what to do.

Manifesto

oleh: Ihsan Ariswanto | 2023-11-01

  • Saya bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Saya menganut Islam, sekarang dan selamanya, dengan izin Allah. Adapun cara berislam yang saya jalankan merupakan urusan pribadi saya yang tidak boleh diganggu oleh siapapun selama saya tidak mengganggu hak orang lain.
  • Setiap individu memiliki kemerdekaan. Adapun cara terbaik untuk hidup dalam kelompok sosial yang berisi banyak individu merdeka adalah dengan bergotong-royong. Tidak boleh ada paksaan dalam bergotong-royong, namun individu yang tidak berperan dalam gotong-royong tidak boleh menuntut hak sosial yang sama dengan yang dimiliki oleh individu yang bergotong-royong.
  • Saya mendukung Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, sekarang dan selamanya. Pancasila bukanlah pilar negara Indonesia, baik sebagai pilar satu-satunya maupun sebagai salah satu dari banyak pilar. Pancasila adalah dasar negara Indonesia.
  • Terdapat banyak persoalan di dunia ini yang dapat diselesaikan jika manusia menjalani hidup sederhana.
  • Saya mendukung Gerakan Perangkat Lunak Bebas. Setiap perangkat lunak yang tidak bebas adalah kezaliman terhadap penggunanya.