Trik Ngebut Sulastri Udah Tewas.. Sedihnya…

Kemarin lusa, trik internetan ngebut tanpa kuota dari si Mbak Sulastri, masih bisa dipakai. Meskipun udah hidup segan mati tak mau, tapi masih bisa konek walau cuma 5KB/s alias 40kbps. Tapi mulai tadi sore, waktu saya coba lagi, ternyata udah koit alias tewas.

Waktu nyoba konek, ternyata sama sekali gak bisa terhubung. Yah, terpaksalah saya cari kartu lain yang masih bisa cukup di kantong. Kembali lagi pake si merah telkumprit… Pakai paket FUN yang seribu perak. Yang penting masih bisa nge-blog dan ngaskus, walau harus jadi kalong… :D.

Review: Trik Internetan Ngebut dengan Tri Tanpa Kuota

Beberapa minggu yang lalu, saya mendapat bocoran trik internetan cepat dengan kartu 3 (Tri). Saya sendiri sudah mencobanya, dan ternyata memang berhasil. Memang tidak gratis, tapi cukup dengan bermodal kartu Tri yang harga tiga ribuan (atau kurang), saya bisa internetan ngebut dan unlimited sampai tiga hari. Dengan trik ini, kita tidak dibatasi oleh kuota.

Pada awal memakai trik itu, saya mendapat kecepatan download sampai 25KB/s. Maklum, karena hanya mendapat sinyal edge. Sementara teman yang lain, ada yang bisa sampai 100KB/s bahkan lebih karena mendapat sinyal 3G.

Akhir-akhir ini, entah kenapa, trik tersebut sudah tidak jalan semulus dulu lagi. Memang, saya masih bisa internetan tanpa batas sampai 3 hari, hanya dengan kartu yang Rp 2500. Tapi kecepatan yang saya dapat cuma mentok di 5KB/s alias 40kbps.

Hmmm… sepertinya memang perlu mencari trik lain nih… Oya, kalau pembaca ingin tau triknya, bisa kasih emailnya di kolom komentar. Sebab saya gak bisa menyebrkan di tempat umum seperti ini, karena pasti triknya cepet mati.

Ternyata Karena Kepanasan….

Sudah cukup lama beberapa aplikasi di komputer saya tiba-tiba crash. Biasanya yang paling sering adalah browser firefox yang mengalami segmentation fault. Tapi akhir-akhir kemarin, bukan cuma firefox yang tiba-tiba meng-close sendiri, tapi juga GIMP, Inkscape, dan LibreOffice. Selain itu, sering kali komputer saya tiba-tiba hang, dan terpaksa harus reset manual.

Awalnya saya menduga, ini karena Arch Linux yang saya pakai tidak stabil. Tapi setelah saya mencoba distro lain, ternyata masih juga mengalami masalah yang sama. Akhirnya saya berkesimpulan, kemungkinan ada masalah dengan hardwarenya.

Dugaan saya adalah hard disk saya bermasalah. Maka saya pun mencoba mengurangi pemakaian hard disk. Partisi swap saya hilangkan. Kemudian saya mem-boot komputer dengan Puppy Linux melalui USB. Praktis hardisk tidak banyak terpakai. Ternyata masalah masih muncul. Sewaktu memakai Puppy, browser seamonkey-nya pun crash juga.

Sesaat saya bingung. Tapi kemudian ada satu petunjuk yang membawa ke titik terang hehe. Di puppy ada aplet indikator suhu komputer. Nah, si aplet ini tiba-tiba memperingatkan bahwa komputer saya kepanasan. Suhunya mencapai 76° C.

Langsung saya buka komputer saya. Otak saya berpikir, bagaimana membuat komputer ini lebih dingin. Tentu saja tidak dengan cara menyiram air, apalagi memberi es batu, hehe. Langsung saja saya ambil kipas angin, dan mengarahkan ke CPU-nya.

Dan ternyata… berhasil. Sejak saya kipasi komputer saya, tidak pernah lagi ada aplikasi yang nge-crash. Komputer juga tidak pernah nge-hang lagi, bahkan ketika menyala cukup lama.

Ternyata memang karena kepanasan. Dan sepertinya komputer saya sudah menikmati sejuknya angin dari kipas merek Sanex ini. Masalahnya sekarang adalah: giliran saya yang kepanasan karena gak bisa pakai kipas… Ah nasib.

Virus di Facebook Chat

Beberapa kali saya menjumpai, teman di facebook mengirim link melalui chat. Link tersebut seolah-olah seperti tautan ke sebuah foto. Karena penasaran, saya pernah mencoba mengkliknya, dan ternyata tautan tersebut mengarah ke sebuah file berakhiran .exe. Karena saya memakai Linux, file .exe tersebut tidak bisa jalan di komputer saya.

Ketika saya tanya ke pengirimnya, dia bilang gak merasa mengirim apa-apa ke saya. Artinya si file .exe tersebut otomatis melakukan pengiriman ke kontak2 di facebook teman tersebut.

Entah apa dampaknya file tersebut ke komputer, selain tentunya menyebarkan secara otomatis. Yang jelas perlu hati-hati jika menerima tautan. Perlu diperhatikan baik-baik ke mana tautan tersebut mengarah.