Ihsan Ariswanto - blog pribadi

Tentang Peluang-peluang yang Terlewatkan

Selagi berkendara menuju tempat kerja tadi, pikiranku sempat melayang-melayang. Bukan hal istimewa, sebab hampir setiap berkendara aku selalu mengalami ini. Hanya saja, kejadian yang tadi sedikit mengganggu pikiranku karena aku hampir menyenggol pengendara sepeda motor lain yang tiba-tiba menepi. Setelah berhenti, dia membungkukkan kepalanya, entah melihat ban atau mesin. Hampir saja aku menyenggol kepalanya itu karena aku kurang konsentrasi.

Secara kebetulan, yang sedang kulamunkan tadi adalah peluang-peluang dalam hidupku yang terlewat sia-sia. Muncul sesal, andai aku dulu tak begitu, andai aku dulu memilih bersabar, dan lain-lain. Dan kejadian tadi, aku hampir menyenggol kepala orang, menyadarkanku dari lamunan itu. Sebagai orang yang masih dan akan selalu percaya Tuhan, meski hubunganku dengan Beliau tidak terlalu baik, aku percaya kejadian tadi punya pesan khusus buatku.

Pertama, aku percaya bahwa aku harus fokus pada apa yang aku hadapi saat ini. Berkendara ya fokus berkendara, menikmati berkendara. Soal yang lain ya dipikirkan nanti setelah sampai tujuan. Kurang konsentrasi saat berkendara boleh jadi membuat kerugian bagi diriku maupun orang di sekitarku.

Kedua, tentang peluang-peluang yang terlewatkan dan keputusan-keputusan salah di masa lalu, tampaknya Tuhan menghendaki supaya aku tak merisaukannya, sebab yang terpenting: aku masih diberi kesempatan hidup, punya anak istri, dan bekerja dengan penghasilan cukup.

Dan kemudian, saat aku sampai di tempat kerja ini, aku menyadari, bahwa memang aku sudah mendapat lebih dari cukup. Dan setelah aku pikirkan lagi, peluang-peluang yang terlewat itu bisa jadi adalah jalan rezeki untuk orang lain. Tempatku bukan di sana, tempatku di sini.



Tinggalkan Balasan

rss | micro.blog | twitter | fediverse | lapak | tildeverse