Catatan Ringkas Sebuah Perjalanan

Apa yang saya percaya kemarin, belum tentu masih saya pegang hari ini. Plin-plankah saya? Saya akui, ya, saya plin-plan! Bahkan bisa jadi apa yang saya cela hari ini, esok pagi akan jadi sesuatu yang saya puja-puja atau sebaliknya. Saya selalu gagal untuk bertahan pada satu perhentian pemahaman. Selalu saja muncul ketidakpuasan atas apa yang ada saat ini. Bersamaan dengan itu, selalu muncul penasaran pada hal baru.

Semua telah bermula sejak kecil. Saya terlahir dalam lingkungan muslim tradisional yang sekaligus juga sangat terikat pada budaya Jawa. Budaya versus agama, mungkin itu titik awal pertentangan yang menarik perhatian saya.

Buku barangkali jadi salah satu kambing hitam atas “kegalauan” saya. Apa yang diajarkan pada saya, ternyata berbeda dengan apa yang saya baca di buku. Terkadang tradisi yang dianut lingkungan saya, dengan tegas disalahkan oleh tulisan-tulisan yang saya baca di buku. Sebuah ketidakpuasan lugu dari seorang bocah, yang mendorong pencarian terus menerus. Terjerat dalam keasikan, yang ternyata seperti candu.

Belasan tahun dalam kehidupan saya, saya banyak berkenalan dengan berbagai pemahaman spiritual. Ketika saya tidak puas dengan pemahaman A, ternyata ada pemahaman B yang saya anggap lebih benar. Tapi ketika memperdalam B, saya temui lagi ketidakpuasan. Pada saat itu pemahaman C seperti menjadi jalan keluar. Begitulah seterusnya, dari C ke D, terkadang kembali ke B atau A.

Saat ini saya memilih untuk menempatkan tiap pemahaman pada porsi masing-masing. Teks saklek dan puritan, saya tempatkan pada peribadatan saya dengan Tuhan. Penafsiran bebas, saya gunakan ketika saya berinteraksi dengan orang lain, lingkungan sekitar, atau ketika saya beradapan dengan sains. Tidak semua pemahaman saya terima, namun saya bisa memahami jika orang berbeda dengan saya. Sekali lagi, bisa jadi esok pagi saya tak lagi memahami seperti ini.

Saya sendiri tidak tahu kapan semua pencarian ini akan berakhir. Barangkali, tidak akan pernah berakhir sampai saya masuk liang kubur. Kiranya Tuhan ampuni saya dan beri saya petunjuk, juga pada Anda semua.