Ihsan Ariswanto - blog pribadi

NII Maning, NII Maning

Rumit membicarakan NII ini. Dulu, wujudnya jelas, sebuah pemberontakkan yang dilakukan Kartosuwiryo, dengan dukungan gerilyawan dari beberapa daerah. Setelah pemberontakkan ini berhail ditumpas, NII berubah menjadi semacam hantu, wujudnya tak nampak, namun masih sering terdengar kabar kemunculannya.
Hantu NII ini makin bercabang-cabang. Ada yang konon masuk ke ormas-ormas dan parpol. Ada yang “bertaubat”, kemudian muncul ke permukaan dengan wajah baru. Ada yang nyempal menjadi militan dan bergabung dengan gerakan internasional. Ada juga yang menjadi gerakan tukang peras dan merekrut anggota di kampus-kampus. Konon muncul pula gerakan-gerakan baru yang mengatasnamakan NII, meski tak punya “nasab” historis dengan gerakan Kartosuwiryo.

Ada yang mengatakan, “NII yang sesat hanya NII KW 9”. Bagi saya, semua varian NII adalah sesat! Dari sejak Mbah Karto-nya sampai ke jaman sekarang, semuanya sesat. Kenapa begitu? Karena menurut yang saya pahami, memberontak pemerintah yang beragama Islam dan membunuh sesama muslim itu haram.

Gimana menghindarinya? Bagi orang awam macam kita, gampang saja mengenali aliran semacam ini. Tanda-tandanya antara lain:

  1. pengajiannya sembunyi-sembunyi
  2. mengkafirkan pemerintah RI
  3. memakai janji setia (bai’at) jika akan bergabung

Kalau ada satu saja dari 3 tanda di atas, langsung saja Anda tinggalkan, karena kemungkinan besar itu ajaran sesat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

rss | micro.blog | twitter | fediverse