Ihsan Ariswanto - blog pribadi

Margaret Sanger dan Eugenics

Berawal dari obrolan saya dengan pacar tentang berapa jumlah anak yang akan kami “produksi” nanti jika telah menikah (terlalu jauh memang), akhirnya terbersit keinginan untuk menyelidiki sejarah dari Program Keluarga Berencana (KB) yang telah lama dicanangkan pemerintah kita dan juga telah sukses dianut oleh masyarakat kebanyakan.

Untuk tulisan pertama ini akan kita kupas profil dari Margaret Sanger sang pencetus pembatas keturunan serta kepercayaannya tentang eugenics. Nama Margaret Sanger sendiri saya temukan dari iklan buku “CODEX, Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita!” karya Rizki Ridyasmara. Sampai saat tulisan ini saya post, saya belum membaca buku tersebut.

Sebenarnya saya tak perlu bersusah-susah menjelaskan pada Anda tentang siapa Margaret Sanger karena Wikipedia telah menyediakan lengkap untuk kita informasi tentang dirinya, dan bahkan tulisan inipun bersumber dari ensiklopedia bebas tersebut.

Dia adalah seorang wanita Amerika yang lahir 14 September 1879 dan meninggal pada 6 September 1966. Lahir dari ibu yang pernah hamil 18 kali, namun hanya 11 di antaranya yang lahir hidup. Margaret Sangre itu adalah anak ke-6 dari 11 tersebut. Ibunya kemudian meninggal karena kanker serviks.

Meskipun ibunya seorang Katolik taat, namun Margaret sendiri adalah seorang ateis. Dalam perkembangannya, Margaret percaya bahwa wanita berhak untuk menentukan kapan ia hamil dan kapan tidak. Lebih lanjut Margaret juga percaya bahwa wanita berhak merasakan kenikmatan seksual tanpa harus takut akan bayang-bayang kehamilan.

Nah, yang menarik dari Margaret adalah kepercayaannya pada eugenics, sebuah filosofi tentang perbaikan keturunan dengan cara menyeleksi manusia-manuasia yang dianggap “unggul” untuk bisa berketurunan, dan manusia-manusia “cacat” yang keturunannya harus dibatasi. Sekedar tambahan, filosofi ini yang juga dianut Adolf Hitler dalam rangka memurnikan ras Arya yang dianggap paling unggul dari ras-ras lain.

Beberapa kalangan pergerakan kulit hitam menganggap Margaret berusaha membatasi jumlah warga kulit hitam di Amerika dengan cara membuka klinik Keluarga Berencana di kawasan Brooklyn, New York yang merupakan tempat dengan populasi warga kulit hitam yang tinggi.

Berikut ini adalah petikan pernyataan-pernyataan Margaret tantang eugenics dan rasial yang saya kutip dari dianedew.com:

Akhirnya kita serahkan pada pembaca, tanggapan-tanggapan tentang tulisan ini. Saya yakin sudah banyak yang lebih paham tentang sejarah KB dan eugenics dibandingkan saya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

rss | micro.blog | twitter | fediverse