Ihsan Ariswanto - blog pribadi

Baru beli: Nook Simple Touch GlowLight

Ini Nook ketiga saya. Nook pertama dan kedua adalah Simple Touch (belum pakai GlowLight). Yang pertama pecah layarnya karena tertindih sewaktu tidur, yang kedua rusak karena masuk mesin cuci, haduh.

Saya beli alat pembaca buku ini di Tokopedia, dari penjual yang lokasinya di Surabaya. Untuk harga, tidak perlu saya sebutkan, karena gawai satu ini tidak resmi beredar di Indonesia, jadi harga bagi saya bukan masalah, selama ada yang jual. Paket yang saya dapatkan adalah perangkat yang masih baru (bersegel plastik) dengan kelengkapan berupa pengecas dan kabel. Kalau yang dulu-dulu (tanpa GlowLight) hanya dapat kabel saja.

Sebenarnya Nook Simple Touch tanpa GlowLight lebih murah, namun karena kadang saya baca buku dalam kondisi gelap, saya perlu versi GlowLight ini.

Nook Simple Touch dan Nook Simple Touch GlowLight sudah tidak diproduksi lagi. Sekarang ini yang beredar adalah Nook GlowLight. Saya pilih versi lawas ini karena yang versi baru sudah tidak ada slot microSD lagi, sementara koleksi buku saya ada di microSD.

Saya memang lebih seneng Nook daripada Kindle-nya Amazon, alasan utama ya itu tadi, adanya slot microSD. Alasan lain karena Kindle tidak mendukung format epub, sementara koleksi buku saya kebanyakan epub. Lagipula epub adalah format bebas dan terbuka, jadi secara “ideologis” saya lebih mendukung epub daripada format Kindle (mobi, dan lainnya).

Memang, ada kelemahan Nook: susah beli buku jika lokasi pembelinya di luar negara yang didukung. Juga tidak seperti Kindle yang kalau mau beli buku boleh pakai kupon (giftcard), Nook setahu saya harus pakai kartu kredit. Namun ini tidak terlalu masalah, ada trik untuk menghilangkan DRM dan mengubah format buku yang dibeli di Kindle melalui aplikasi Windows. Lagi pula saya lebih banyak baca buku bebas yang gratis dari Gutenberg.org atau tempat lain.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

rss | micro.blog | twitter | fediverse