Surat Pepaya kepada Kurma

Papaya - two half fruits of different size

Untuk saudaraku kurma di jazirah Arab.

Kutulis surat ini sebagai ungkapan rinduku padamu. Rindu yang timbul karena jarak lebar yang memisahkan kita. Rindu membuncah sebab habitat kita berbeda.

Sungguh sebenarnya aku segan menulis surat ini. Aku sadar engkau adalah buah nabawi, memakan buahmu dapat mendekatkan manusia ke surga. Sementara aku hanya buah profan yang jauh dari sabda kesucian. Memakanku hanya mendekatkan manusia ke tempat buang air besar. Sungguh jauh derajatku di bawahmu.

Terus terang aku sebenarnya iri padamu. Terlebih saat bulan Ramadan seperti ini. Semua ustadz menyanjungmu, menyuruh manusia berbuka dengan buahmu. Berbagai media mengupas tuntas manfaatmu. Pedagang pasar dan minimarket berlomba memasarkanmu. Meskipun kamu tak tumbuh di negeri kediamanku, tak kurang akal orang mengimpormu.

Saat datang di negeriku, engkau sudah berbentuk buah kering. Kadang kala kau diawetkan dengan cairan gula, membentukmu jadi manisan kurma. Meski begitu, nilaimu di mata manusia tak berkurang sedikitpun.

Kadang aku berandai-andai, sekiranya 14 abad lalu aku tumbuh subur di Hijaz mungkin aku pun akan punya kedudukan sama denganmu. Walaupun aku tidak yakin, seandainya Kanjeng Nabi diutus di negeriku, aku akan disebut dalam sabdanya. Maklum, sebenarnya aku pun bukan penduduk pribumi tanah ini. Lagi pula terlalu banyak pesaingku di tanah tropis. Mungkin aku akan kalah dengan pisang ambon.

Sudaraku kurma di jazirah Arab.

Aku tak bisa berpanjang lebar menulis. Kalau engkau berkenan, sudilah kiranya engkau membalas suratku. Aku sangat ingin tahu bagaimana manusia di negerimu memperlakukan buahku. Apakah mereka menyukaiku? Apakah di sana daunku yang pahit juga dijadikan masakan? Apakah buahku dijual dalam bentuk segar di sana?

Kutunggu balasan darimu. Maafkan atas kata-kataku yang menyinggung perasaanmu. Sungguh aku tetap menyayangimu sebagai saudara seperbuahan.

Saudara jauhmu.

Pepaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *