MR. ROBOT: Revolusi Sebatas Tayangan Tivi

Tinggal satu episode tersisa dari serial televisi Mr. Robot season pertama. Tayangan musim panas yang digarap oleh Sam Esmail ini memikat pemirsanya sejak episode perdana ditayangkan Maret lalu. Situs kritik film seperti imdb dan dan Rotten Tommatoes memberi rating tinggi untuk episode pertama tersebut. Stasiun tivi penayangnya, USA Network, bersegera mengumumkan bahwa serial ini akan diperpanjang ke season kedua.

Serial ini menceritakan kehidupan Elliot Alderson. Siang hari dia bekerja sebagai engineer komputer di perusahaan teknologi bernama AllSafe. Malam hari, ia gunakan kemampuannya untuk membobol jaringan orang-orang yang menurutnya jahat. Elliot punya mimpi untuk menyelamatkan masyarakat dari cengkeraman konglomerat jahat yang menguasai perekonomian dunia.

AllSafe, tempat ia bekerja, menangani jaringan milik E-Corp, perusahaan raksasa multinasional yang bisnisnya meliputi hampir apa saja, mulai dari perbankan, teknologi, sampai barang sehari-hari. Elliot menganggap E-Corp adalah yang terjahat dari yang jahat. Ia menamai E-Corp sebagai Evil-Corp. Elliot merasa benci dengan pekerjaannya karena menurutnya ia telah bekerja untuk melindungi perusahaan yang jahat.

Sebuah serangan dari kelompok peretas bernama F-Society terhadap server AllSafe akhirnya mempertemukan Elliot dengan seorang pria misterius. Pria yang memakai jaket dengan badge bertuliskan MR. ROBOT di dadanya ini mengenalkan Elliot dengan F-Society. Setelah tahu F-Society hendak menyerang E-Corp, Elliot bersedia bergabung dengan kelompok ini.

Banyak hal yang membuat serial ini menarik. Membawa pesan progresif dan cenderung anarkis, serial ini mengungkapkan kritik tajam untuk kesenjangan ekonomi sekaligus menyinggung isu-isu sosial di AS seperti student loan, peredaran narkoba, hingga masalah imigran. Tak segan, serial ini menampilkan wajah minoritas di AS dengan karakter-karakter yang beragam ras, beragam gaya hidup, termasuk beragam orientasi seksual. Dari sisi teknis, serial ini menampilkan peretasan komputer dengan penggambaran yang cukup akurat dan masuk akal. Perusahaan antivirus Avast bahkan memberikan bahasan di blog mereka untuk membahas peretasan yang muncul pada setiap episodenya.

Promo yang dilakukan USA Network untuk serial ini sangat jelas memanfaatkan slogan-slogan yang umumnya dipakai oleh para hacktivist. Mereka cukup serius membuatnya di website resmi serial ini. Di satu sisi, suara perlawanan “bawah tanah” itu bisa meluas melalui popularitas MR. ROBOT. Di sisi lain muncul sebuah ironi bahwa cerita perlawanan terhadap korporasi telah dieksploitasi oleh korporasi itu sendiri untuk meraup keuntungan.

Dengan melihat deretan iklan di setiap episodenya rasanya sudah terbukti bahwa semua campaign itu hanya sebatas promosi, menjual revolusi yang hanya sebatas mimpi di televisi.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.